Dibalik Aga dan Warangka

Oleh: Yuu

*

“Yang jelas saya mau nama salah satu tokoh utamanya Warangka.”

Kalimat itulah yang menjadi pembuka topik antara saya dan Eve saat kami mulai membicarakan masalah proyek kolaborasi kami yang waktu itu masih berupa sebuah novelet. Saya, yang tidak biasa memulai dari nama tokoh, otomatis bingung tapi hanya bisa mengiyakan, karena Eve sudah bilang, “Mau bagaimana pun ceritanya, saya pengen masukin nama Warangka.”

Karena kuper, saya pun bertanya kenapa harus Warangka. Lalu dijawab oleh Eve, kalau Warangka artinya adalah “sarung keris/pedang”, berarti bottom/uke. Saya cuma tertawa waktu itu dan bilang, kalau bottom-nya namanya Warangka, berarti top-nya harus punya nama yang berarti keris atau berhubungan dengan keris, dan mungkin juga kisah kita harus ada hubungannya dengan keris. Dari nama Warangka itulah tema utama Pencarian, yaitu mengenai keris tanpa sarung, berhasil kami formulasikan. Dan setelah saya browsing nama keesokannya, saya akhirnya mendapat nama yang pas untuk tokoh utama yang satu lagi. Sang keris kita, Aga Candrasa Adiwangsa.

Nama Aga sendiri berarti “pedang” dan keseluruhan namanya, Aga Candrasa Adiwangsa, berarti “pedang candrasa yang mulia”. Jadi lengkaplah sudah duo kita ini, pedang sekaligus sarungnya. Sudah menjurus walaupun hanya dari nama. haha.

Setelah kami melakukan plotting kasar, tiba-tiba Eve bertanya lagi, “Siapa, nih, imej Aga sama Wara?”

Saya jelas mati kutu lagi. Saya belum pernah menggunakan metode seperti ini dalam menulis sebuah cerita. Biasanya imej karakter yang saya gunakan berasal dari hasil sketsa tangan saya sendiri, bukan mencari model dari yang sudah ada.

Akhirnya sembari meneruskan plotting dan brainstorming plot, kami juga mencari-cari imej yang sesuai dengan bayangan Aga dan Wara di kepala kami. Cukup susah, ternyata, karena di bayangan kami Aga adalah seorang yang terlihat angkuh namun punya sisi cerianya sendiri, sementara Wara adalah seseorang yang sangat maskulin, dengan tato pula. Kami melalui banyak penyeleksian dan tarik-ulur yang lumayan seru. Dulu sempat kami memutuskan imej Aga mirip dengan Dwi Sasono, lalu berubah ke Reza Rahardian. kami cukup lama bertahan dengan Reza walaupun kami sendiri masih merasa dia “kurang Aga”. Namun kemudian akhirnya saya menemukan satu foto yang saya tunjukkan pada Eve dan langsung mendapat persetujuannya. Jadi, hingga sekarang, diputuskan bahwa inilah Aga Candrasa Adiwangsa.

Yep. Tommy Tjokro. News anchor dan Mantan host 811 Show di Metro TV ini sukses mendapat persetujuan mutlak dari Eve untuk menjadi imej Aga. Sikap seriusnya saat menjadi anchor melebur pas dengan sikap alaminya yang ceria, membuat orang ini resmi menjadi perwujudan si CEO bipolar Aga Candrasa Adiwangsa di kepala (dan hati) saya dan Eve. Sampai kami meraung tidak terima selama berminggu-minggu ketika Tomtjok resign dari Metro. Dan karena sikap serius seorang anchor inilah akhirnya kami memutuskan bahwa imej klan Adiwangsa yang lain juga diambil dari para anchor (akan dilampirkan juga nanti).

Setelah menemukan Aga, masalah belum selesai. Kami masih kesulitan mencari sosok Wara! Saya berulangkali memberikan usulan yang selalu ditolak oleh Eve. Eve pun juga tak kalah memberi usulan yang selalu saya tolak. hehe. Tidak seperti Aga yang lumayan sedikit kandidatnya, kandidat untuk Wara sangat banyak namun tidak ada yang benar-benar mendekati sosok Wara di kepala kami. Sampai akhirnya kami memutuskan satu kandidat utama yang paling mendekati Wara di kepala kami.

The cute and sexy, newcomer star, Rio Dewanto. Dia mendapatkan jenis rugged dari Wara yang kami inginkan, sikap sopan-nan-polos-namun-bisa-gahar-saat-marah, plus dia bertato! Sayangnya, hal yang seringkali ditekankan oleh Eve mengenai imej Rio sebagai Wara adalah, “Rio Dewanto yang masa-masa dia main FTV dan Arisan 2! Bukan yang sekarang!” Jadi, yah, imej Wara akhirnya kami dapatkan dengan beberapa persyaratan. Walaupun kami juga ngamuk-ngamuk tidak terima saat Rio dipegang-pegang cewek lain di Love In Paris dan nangis jelek saat tokoh Rio di sinetron satu itu mati, sambil teriak “Nooooooo Waraaaaaaa!!”.  Tapi yang penting, Aga dan Wara telah mendapatkan perwakilan wujud!

Begitu imej Aga dan Wara telah ditemukan, kami mulai santai melakukan seleksi untuk karakter-karakter lain, terutama sisa klan Adiwangsa. Berikut ini akan saya berikan gambaran sekilas mengenai imej karakter klan utama Adiwangsa.

The Adiwangsa

Adinata Damas Adiwangsa

Kakak sulung Aga yang perfeksionis dan seperti anjing dan kucing sama adik-adiknya (terutama Aga) ini kami putuskan sesuai imejnya dengan news anchor Alvito Deanova. Alvito mewakili sikap angkuh Nata sebagai anak sulung dan sikap kebapakannya dalam memimpin keluarganya.

Alexander Khrisna Adiwangsa

Orang yang pertama mencetuskan Prabu Revolusi, mantan host 811 Show bersama Tomtjok ini sebagai sosok Alex, adik Aga yang gloomy dan gamer sejati, adalah saya. Awalnya Eve ragu apakah Prabu memang cocok sebagai Alex, namun setelah melihat sikap anchor yang satu ini di 811 show suatu hari, tiba-tiba dia setuju dan tidak mau lagi mengganti imej Alex dengan yang lainnya. 😀

Anabela Indriana Adiwangsa

Sama seperti Tomtjok dan Prabu, wanita yang kami jadikan imej putri bungsu Adiwangsa, Indriana, juga merupakan host 811 Show, Marissa Anita. Sebenarnya dia jadi imej Indri sepertinya simply karena “kakak-kakaknya” ngehost acara yang sama. lol. Tapi memang imej Marissa sesuai dengan imej Indriana di kepala kami, kok.

*

Dengan begini, lengkap sudah imej tokoh utama serta klan Adiwangsa utama. Sebenarnya masih ada banyak karakter yang lainnya, cuma rasanya nggak seru dan bakal membocorkan cerita kalau nanti dikeluarkan semua. hehe. Enjoy the excerpt and please wait for the novel! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s